Selasa, 17 Mei 2011

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPSB) RSBI SMP NEGERI 1 MEDAN

SMP Negeri 1 Medan Terapkan Sistem RSBI
Sumut Pos :10:38, 16/05/2011
Alumni SMP Negeri 1 Medan, dipersiapkan untuk bisa bersaing dengan alumni sekolah lain, khususnya sekolah yang berstandar internasional dalam melanjutkan pendidikan ke sekolah tingkat atas.
Kepala SMP Negeri 1 Medan, Drs H Ahmad Siregar mengatakan, tahun ini merupakan angkatan ke-5, yang bakal diterima di SMP Negeri 1 Medan dengan sistem Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).
“Kami di SMP Negeri 1 Medan ini, sistem Penerimaan Siswa Baru (PSB) berbeda dengan 44 sekolah negeri lainnya yang ada di Kota Medan. Jadi kami lebih cepat PSB- Nya dibanding mereka,” ungkap Ahmad Siregar kepada wartawan koran ini di sekolahnya Jalan Bunga Asoka Medan.
Saat ini saja, sambung Ahmad Siregar proses PSB sudah masuk tahap seleksi administrasi. Tahun ini  calon siswa yang berminat sangat banyak, sementara siswa baru yang bakal diterima cuma 225 orang.
Namun demikian, kata Ahmad Siregar para pendaftar tersebut bakal diseleksi lagi sesuai dengan tahapan-tahapan yang sudah ditentukan. Sesuai jadwal 30 Mei hingga 1 Juni mendatang, akan diadakan tes potensi akademik MIPA (Matematika dan IPA). Kemudian sambung Ahmad Siregar dilanjutkan dengan tes potensi akademik pengetahuan umum (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS dan PKn). Selain itu ada juga tes potensi non akademik yang meliputi tes kemampuan dasar komputer (Ms Word dan operator dasar Komputer).  Sebelum diumumkan pendaftar yang dinyatakan lulus pada 27 Juni mendatang, calon siswa juga wajib mengikuti tes wawancara dengan materi tentang pendidikan Matematika, IPA dan Bahasa Inggris.
Lantas apa yang membedakan RSBI dengan sekolah reguler lainnya? Ditanya begitu Ahmad Siregar menjawab banyak perbedaanya. Salah satu yang  mendasar adalah soal jam belajar di RSBI jam belajarnya 50 jam sehingga siswa pulang sekolah pukul 15.30 WIB, sementara sekolah reguler cuma 32 jam sehingga pulang sekolah pukul 14.00 WIB.
Selain itu, RSBI bahasa pengantar di kelas menggunakan bahasa Inggris, sementara sekolah reguler masih menggunakan bahasa Indonesia. Demikian juga sarana dan prasarana di RSBI yakni berbasis teknologi informasi seperti laptop, internet dan lain sebagainya. (dra

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) 2011-2012
SMP NEGERI 1 MEDAN
WAKTU PELAKSANAAN :

1. 13 s.d. 26 Mei 2011 : Pengambilan Formulir Pendaftaran, Seleksi Administratif, Pemberian Tanda Bukti Pendaftaran  
2. 27 s.d.28 Mei 2011  : Pengambilan Kartu Tanda Peserta Ujian Ujian PPDB RSBI SMP Negeri 1 Medan
3. 30 s.d.01 Juni 2011 :  Test Potensi Akademik  a. Seleksi MIPA (Matematika dan IPA)
4. 03 s.d 06 Juni 2011 :  b. Seleksi Pengetahuan Umum (Bhs. Indonesia, Bhs. Inggris, IPS dan PPKn)
5. 07 s.d.09 Juni 2011 :  c. Test Wawancara  (Conversation) Matematika, IPA dan Bhs. Inggris.
6. 10 s.d.13 Juni 2011 :  Test Non Akademik, Kemampuan Dasar Komputer ( Operating System dan Ms-Word)
7. 21 s.d.25 Juni 2011 :  Penyerahan SKHU Calon Peserta Didik RSBI SMP Negeri 1 Medan.
8. 27    J u n i     2011 :  Pengumuman Hasil Seleksi
9. 28 s.d.29 Juni 2011 :  Lapor Diri Peserta Didik yang Lulus Seleksi


PERSYARATAN CALON PESERTA DIDIK BARU RSBI SMP NEGERI 1 MEDAN
A. Pasphoto :
    1. 3 X 4   Berwarna sebanyak 3 lembar
    2. 2 X 3   Berwarna sebanyak 2 lembar
B. Mengisi Formulir PPDB RSBI SMP Negeri 1 Medan
C. Surat Keterangan Dokter dari Puskesmas atau Rumah Sakit (ASLI)
D. Surat Keterangan bahwa siswa tersebut sedang duduk di kelas VI (Enam) SD/MI atau yang sederajat oleh Kepala Sekolah Asal.
E. Fotocopy Raport Kelas IV, V (sem. 1 dan 2) dan Kelas VI (Semester 1) dengan nilai minimal Rata-rata 75 untuk mata pelajaran Matematika, Bhs. Indonesia, IPA, IPS, dan PPKn.  Dilegalisir dan membawa Raport Aslinya.
F. Fotocopy Sertifikat/Piagam Prestasi Kejuaraan Akademik dan Non Akademik ditanda tangani oleh Pejabat Departemen Pendidikan Nasional/Provinsi/Kabupaten-Kota atau Kegiatan Lomba/Kejuaraan yang direkomendasikan penyelenggaraannya oleh Departemen Pendidikan Nasional/Provinsi/Kabupaten-Kota, Minimal Tingkat Kabupaten-Kota, dilegalisir dan mebawa Aslinya.
G. Hasil Nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional SD minimal Rata-Rata 7.0, apabila kurang dari 7.0 maka peserta dinyatakan GUGUR, sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Pendidikan SMP No. 441/C.C3/D5/2011 dan SK Kadisdik Kota Medan NOMOR :420/5001.PPD/2011 : TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU JALUR PENDIDIK FORMAL TAHUN PELAJARAN 2011/2012 (lihat dan Download )
H. Mengisi Surat Pernyataan Orangtua Bersedia Mengikuti PPDB dan Program RSBI di SMP Negeri 1 Medan (Formulir disediakan Panitia dan orangtua membawa Materai)
I. Pendaftaran Tidak Dikenakan Biaya.

salam  tanjuangspensa


466 Siswa SMA Sederajat tak Lulus UN

SumutPos :11:49, 15/05/2011
Jumlah Tertinggi di Kota Medan
MEDAN-Seluruh siswa tingkat SMA sederajat yang mengikuti Ujian Nasional (UN) di Sumut sudah bisa mengetahui kelulusannya di masing-masing sekolah, Senin (16/5) besok. Kepala Disdik Sumut diwakili Sekretaris Disdik Sumut Bahauddin Manik didampingi Ketua UN Sumut 2011 Ilyas Sitorus, Bendahara UN Sumut 2011 FD Asian Hutasoit dan Kabid Mapenda Kanwil Kemenag Sumut H Yulizar, telah membagikan berkas data kelulusan UN siswa tingkat SMA sederajat kepada seluruh Kepala Disdik kabupaten/kota, Sabtu (14/5) di Kantor Disdik Sumut, Jalan Cik Ditiro Medan.
Ketua UN Sumut 2011 Ilyas Sitorus menjelaskan, tingkat kelulusan siswa pada UN 2011 ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 99,28 persen. “Pada tahun ini tingkat kelulusan siswa meningkat hingga 99,67 persen. Dan persentase kelulusan ini sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan persentase kelulusan siswa secara nasional yang mencapai 99,51 persen, dan ini merupakan satu prestasi,” katanya. Ilyas memaparkan, dari 116.918 peserta UN tingkat SMA/MA di Sumut yang tak lulus hanya 0,21 persen atau sebanyak 242 orang. Sedangkan dari 67.202 peserta UN tingkat SMK di Sumut yang tak lulus hanya 0,33 persen atau sebanyak 224 orang. Jadi, jumlah siswa yang tak lulus di Sumut untuk SMA sederajat 466 orang.


Lebih lanjut Ilyas menjabarkan, dari 116.918 peserta UN tingkat SMA/MA di Sumut untuk Jurusan Bahasa jumlah peserta 116 orang dan lulus 100 persen. Jurusan IPA jumlah peserta 62.331 orang dengan 74 orang tak lulus. Jurusan IPS jumlah peserta 54.309 orang dengan 168 orang tak lulus. Dan Jurusan Keagamaan jumlah peserta 162 orang dan lulus 100 persen.
Dari data yang diperoleh wartawan, jumlah siswa tak lulus terbanyak berada di Kota Medan dengan jumlah 43 orang, di urutan kedua Kabupaten Tapanuli Utara dengan jumlah 41 orang dan di urutan ketiga kabupaten Deli Serdang dengan jumlah 33 orang.
Tapi, jika dilihat dari persentase ketidak lulusan, yang paling tinggi berada di Kabupaten Samosir dengan 2,79 persen (23 orang), di urutan kedua Kabupaten Tapanuli Utara dengan 1,90 persen (41 orang) dan di urutan ketiga Kota Pematangsiantar dengan 0,74 persen (29 orang).
Bendahara UN Sumut 2011 FD Asian Hutasoit mengatakan, saat dia berada di Jakarta untuk mendapatkan data kelulusan siswa tingkat SMA sederajat Sumut, ia sempat khawatir. Pasalnya, ia sempat membaca running teks resmi dari Kemendiknas di TV One yang menyebutkan terdapat 5 sekolah yang siswanya 100 persen tak lulus. Dan setelah mendapatkan data tersebut, ternyata tak satu pun sekolah di Sumut yang siswanya tak lulus 100 persen. “Saya sempat was-was, tapi ternyata Sumut bukan satu daerah yang terdapat di dalamnya sekolah yang siswanya tak lulus 100 persen, Sumut aman,” kata Doli, panggilan akrabnya.
Disdik Sumut telah mencetak data tersebut untuk masing-masing sekolah di masing-masing kabupaten/kota di Sumut. “Hingga saat ini, data yang sudah selesai dicetak mencapai enam kabupaten/kota, dan diutamakan kabupaten/kota terjauh. Hal ini untuk mengantisipasi agar pengumuman kelulusan dapat dilakukan sesuai jadwal. Pencetakan dilakukan di percetakan Disdik Sumut yang berada di Jalan Bilal Medan,” papar Doli.
Selama dua hari di Jakarta, Doli juga mendapatkan informasi ada nilai kritis atau nilai nol untuk satu mata pelajaran yang didapat beberapa siswa. Doli mengimbau kepada Kepala Disdik kabupaten/kota menginformasikan hal tesebut kepada kepala-kepala sekolah. Jadi, kepala sekolah diimbau untuk memeriksa dengan seksama hasil UN para siswanya.
“Harus dipastikan apakah siswa memang benar absen pada ujian mata pelajaran tersebut hingga mendapatkan nilai nol. Pihak sekolah ditenggat waktu selama sebulan untuk melaporkan hal tersebut, dan komplain diajukan ke Unimed dengan membuat surat secara resmi,” jelasnya.
Saat ditanya, jika ada siswa di satu sekolah yang memiliki permasalahan seperti hal tersebut, apakah pengumuman kelulusan siswa ditunda? Doli menjawab, “Ya, harus ditunda hingga semua masalah telah selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdik Sumut Bahauddin Manik mengatakan, dalam pelaksanaan UN 2011 ini, ia mengaku salut kepada jajaran di Disdik kabupaten/kota yang mampu melaksanakan UN dengan sukses. Penghargaan tersebut diberikan karena jajaran Disdik kabupaten/kota bisa sukses menjalankan UN menggunakan dana sendiri terlebih dahulu. “Karena pada pelaksanaan UN 2011 ini dana operasionalnya sedikit tersendat dari pusat. Saya kagum karena jiwa patriotik atau daya juang para pelaku pendidikan di Sumut ini masih tinggi,” jelasnya.
Menurutnya, pelaksanaan UN merupakan pesta besar dalam dunia pendidikan. “Diibaratkan pesta, tentunya, selalu ada saja piring yang pecah atau sendok yang hilang. Namun, itu yang menjadi tugas utama bagi seluruh pelaku pendidikan untuk memaksimalkan kinerja di lininya masing-masing,” kata Bahauddin.
Kabid Mapenda Kanwil Kemenag Sumut H Yulizar menuturkan, persentase kelulusan siswa tingkat MA pada UN 2011 ini meningkat dari tahun sebelumnya. Pada 2010 lalu persentase kelulusan mencapai 99 persen. “Tahun ini persentase kelulusan siswa meningkat. Namun, saya belum melakukan kalkulasi, peningkatannya mencapai nol koma beberapa persen,” jelasnya.
Yulizar menjabarkan, untuk Jurusan IPA dari jumlah peserta 8.370 siswa, hanya 10 orang yang tak lulus. Jurusan IPS dari 10.095 siswa hanya 30 orang yang tak lulus. Jurusan Bahasa dari 85 siswa kesemuanya lulus. Begitu pula Jurusan Keagamaan dari 162 siswa kesemuanya lulus. (saz)

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar